Dengan lampu hias, Menara Pakaya bak Menara Eifel

Dengan lampu hias, Menara Pakaya bak Menara Eifel

Setelah mengalami renovasi dari sisi pencahayaan kini Menara Pakaya yang berdiri di tengah kota Kabupaten Gorontalo (Limboto) telah menampakkan keindahannya. Konstruksi megah yang dibangun pada tahun 2002 dengan anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo itu awalnya bernama Menara Keagungan LImboto, namun pada tahun 2015, obyek wisata tersebut diubah namanya menjadi Pakaya Tower. Alasannya perubahan nama terinformasi untuk mengabadikan nama bupati Achmad Hoesa Pakaya, yang membangun menara saat memimpin di Kabupaten Gorontalo.

Lampu hias Menara Pakaya sendiri mengalami perbaikan pada bulan April 2019 ini. Pihak Panasonic melalui Bapak Rachmat Gobel secara sukarela mengambil inisiatif untuk mempercantiknya. Tak heran pada bagian kaki, menara ini pun mengalami sentuhan yang begitu artistik.

Peluncuran lampu hias menara berlangsung meriah dihadiri ribuan masyarakat, di pelataran Taman Budaya Limboto yang memang bersebelahan dengan Pakaya Tower, Jumat malam (12/4). Pihak Panasonic mengahdirkan artis Dandut Nassar Fahad Ahmad Sungkar.

Setelah sentuhan lighting pada bangunan ini, penampakannya pun disebut-sebut orang menyerupai menara Eifel.

[ Tonton videonya]